Bedanya Kebutuhan dan Keinginan: Kunci Mengatur Keuangan Sehat
Salah satu kunci untuk menciptakan keuangan yang sehat, yakni mengetahui bedanya kebutuhan dan keinginan. Dengan mengetahui perbedaannya, Anda bisa lebih mudah menentukan prioritas keuangan.
Selain itu, dengan mengetahui perbedaan keduanya Anda bisa membuat Keputusan finansial yang lebih bijak. Sebab, kebutuhan termasuk kewajiban yang harus dipenuhi, sementara keinginan sifatnya fleksibel, artinya dapat dipenuhi jika kondisi keuangan memungkinkan.
Jadi, bagaimana cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan? Berikut informasi yang bisa dipahami!
Definisi Kebutuhan dan Keinginan
Kebutuhan adalah semua hal yang harus dipenuhi demi kelangsungan hidup, tanpa memperhitungkan kondisi keuangan dan situasi yang sedang terjadi. Sederhananya, kebutuhan adalah hal-hal yang bersifat wajib dan esensial, sehingga jika tak dipenuhi kestabilan hidup dapat terganggu.
Sedangkan, keinginan adalah hal-hal yang bersifat tambahan atau pelengkap, yang membuat hidup lebih nyaman, tetapi tidak berdampak langsung pada kelangsungan hidup. Berbeda dengan kebutuhan, keinginan bisa ditunda atau diatur sesuai kemampuan finansial.
Baca juga: 5 Kesalahan Finansial yang Harus Dihindari Menurut Ajaran Islam
Perbedan Kebutuhan dan Keinginan dalam Menunjang Kestabilan Hidup
Kebutuhan dan keinginan pada dasarnya berbeda, tapi kadang garis batasnya terlihat tipis. Beberapa hal yang tampak seperti keinginan, bisa saja menjadi kebutuhan dalam situasi tertentu. Untuk melihat batasan perbedaan tersebut, berikut hal yang bisa dipahami:
-
Kepentingan
Kebutuhan adalah hal-hal yang sangat penting untuk kehidupan. Tanpa hal ini, kita akan kesulitan menjalani kehidupan normal.
Sedangkan keinginan bersifat tambahan, yang bertujuan meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup, tetapi tidak mutlak diperlukan untuk bertahan hidup.
-
Sifat
Kebutuhan bersifat universal, artinya hampir semua orang membutuhkannya, meski intensitas atau bentuknya bisa berbeda-beda pada tiap orang.
Sementara keinginan bersifat individual, karena setiap orang memiliki preferensi, selera, dan prioritas yang berbeda-beda dalam memenuhi keinginannya.
-
Dampak Terhadap Stabilitas Kehidupan
Jika kebutuhan tidak terpenuhi, dampaknya bisa langsung terasa pada kesehatan, keselamatan, dan stabilitas kehidupan sehari-hari.
Sebaliknya, jika keinginan tidak terpenuhi, dampaknya lebih pada ketidaknyamanan atau rasa tidak puas, namun tidak mengganggu kelangsungan hidup secara langsung.
-
Prioritas dalam Pengeluaran
Pengeluaran untuk kebutuhan harus selalu menjadi prioritas utama dalam perencanaan keuangan, karena berdampak langsung pada kelangsungan hidup.
Sedangkan keinginan baru bisa dipenuhi setelah kebutuhan terpenuhi, dan jumlah atau intensitas pemenuhannya disesuaikan dengan kondisi keuangan.
Contoh Kebutuhan dan Keinginan
Untuk memperjelas pemahaman mengenai kebutuhan dan keinginan, berikut beberapa contoh dari kebutuhan dan keinginan:
Contoh kebutuhan:
-
Makanan dan minuman
-
Tempat tinggal
-
Pakaian
-
Pendidikan
-
Kesehatan
-
Transportasi
Contoh Keinginan:
-
Gadget tambahan di luar gadget utama
-
Liburan
-
Makanan/minuman spesial
-
Mainan
-
Hiburan
Panduan Menilai Kebutuhan vs Keinginan
Membedakan barang yang termasuk kebutuhan atau keinginan sebenarnya nggak serumit yang dibayangkan. Ada beberapa cara simpel yang bisa Anda gunakan sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu.
-
Tanya Diri Sendiri: Apakah Ini Penting Untuk Hidup Sehari-Hari?
Kalau jawabannya “ya, harus ada biar hidup berjalan normal” itu termasuk kebutuhan. Misalnya makanan, pakaian yang layak, atau obat-obatan. Kalau jawabannya “bisa hidup tanpa ini tapi lebih nyaman kalau punya” berarti itu keinginan.
-
Pertimbangkan Konsekuensi Jika Tidak Dibeli
Saat ingin membeli, bayangkan jika barang itu tidak dibeli sama sekali. Kalau hidup Anda tetap normal, kemungkinan besar itu keinginan. Kalau hidup jadi terganggu, itu menunjukkan kebutuhan.
-
Perhatikan Frekuensi Dan Urgensi
Barang yang dibutuhkan biasanya digunakan secara rutin, sedangkan keinginan cenderung jarang dibeli. Misalnya membeli sepatu baru karena yang lama sudah rusak, artinya itu kebutuhan. Sementara membeli sepatu terbaru karena model baru keluar, itu artinya keinginan.
-
Gunakan Aturan 24 Jam Atau Daftar Belanja
Kalau ragu, tulis barang yang ingin dibeli dan tunggu 24 jam. Seringkali setelah menunggu, Anda sadar itu cuma keinginan, bukan kebutuhan.
Cara Mengatur Budget untuk Kebutuhan dan Keinginan
Jika sudah mengetahui bedanya kebutuhan dan keinginan, tahap selanjutnya adalah mengatur anggaran secara bijak agar pengeluaran tetap terkontrol dan kebutuhan pokok selalu terpenuhi. Berikut beberapa cara yang bisa jadi referensi:
-
Aturan Anggaran 50/30/20
Salah satu metode populer untuk mengatur keuangan adalah aturan 50/30/20:
-
50% untuk kebutuhan: Makanan, tempat tinggal, pakaian, transportasi, tagihan rutin.
-
30% untuk keinginan: Hiburan, hobi, makan di luar, barang non-pokok.
-
20% untuk tabungan atau investasi: Dana darurat, investasi jangka panjang, pelunasan utang.
Metode ini membantu membagi pendapatan secara proporsional sehingga kebutuhan utama selalu terpenuhi, keinginan tetap bisa dinikmati, dan tabungan tidak terabaikan.
-
-
Sistem Amplop (Cash Envelope System)
Sistem amplop membantu mengontrol pengeluaran, terutama bagi yang sering kesulitan menghindari pembelian impulsif.
-
Buat amplop fisik atau digital untuk setiap kategori pengeluaran.
-
Isi amplop kebutuhan terlebih dahulu dengan dana yang sesuai, sisanya dialokasikan untuk amplop keinginan.
-
Jika amplop habis, hentikan pengeluaran di kategori tersebut sampai periode berikutnya.
-
-
Buat Rekening Terpisah
Alternatif lain dalam mengatur keuangan adalah membuka rekening bank terpisah untuk setiap kategori pengeluaran. Cara ini memudahkan pemantauan keuangan dan mengurangi risiko pengeluaran tak terkontrol.
-
Satu rekening khusus untuk kebutuhan rutin.
-
Satu rekening untuk keinginan atau hiburan.
-
Satu rekening untuk tabungan dan investasi.
-
Membedakan antara kebutuhan dan keinginan merupakan langkah awal untuk menciptakan keuangan yang sehat dan terkontrol. Dengan memahami perbedaannya, Anda akan lebih mudah dalam menentukan prioritas pengeluaran, sehingga dapat meminimalisir pemborosan yang tidak perlu.
Ingin mendapat tips-tips keuangan lainnya? Kunjungi Sharia Knowledge Center dan temukan beragam informasi menarik seputar ekonomi dan edukasi keislaman untuk tingkatkan wawasan Anda!
Sumber:
