Daftar Isi :
Menjalankan ibadah puasa hukumnya wajib bagi setiap Muslim. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, haid, atau sedang dalam perjalanan (musafir) yang tidak memungkinkan untuk berpuasa, umat Muslim diperbolehkan untuk tidak menjalankannya.
Meskipun begitu, kewajiban berpuasa tetap harus dipenuhi melalui puasa Qadha (puasa ganti). Ibadah ini bukan sekadar melunasi utang, tetapi bentuk ketaatan pada Allah Swt.
Jadi, kapan puasa ganti harus dilaksanakan? untuk mengetahui selengkapnya, simak informasi berikut ini!
Niat Ganti Puasa Ramadan (Puasa Qadha)
Niat adalah syarat sah paling utama dalam beribadah. Niat puasa qadha Ramadan harus diucapkan di dalam hati pada malam hari sebelum subuh, selayaknya puasa Ramadan. Berikut niat puasa Ramadan:
Lafal Niat Puasa Qadha:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.
"Aku berniat mengqadha puasa fardu bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala."
Cara Mengganti Puasa Ramadan
Dalam Islam, puasa Ramadan yang ditinggalkan wajib diganti (qadha) sebanyak jumlah hari yang ditinggalkan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 185: yang artinya “maka (wajib berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain.
Selain mengganti puasa Ramadan di hari biasa, terdapat beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk mengganti puasa Ramadan, di antaranya:
1. Mengganti Puasa Ramadan dan Membayar Fidyah
Fidyah adalah kewajiban mengganti puasa dengan memberi makan satu orang fakir miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan, biasanya berupa makanan pokok sebanyak satu mud, atau setara 675 gram beras, yang akan dikali dengan jumlah hari yang ditinggalkan.
Fidyah diwajibkan bagi orang yang tidak mampu lagi berpuasa dan tidak ada harapan untuk menggantinya, seperti orang lansia atau penderita penyakit menahun yang tidak memungkinkan untuk sembuh dan berpuasa.
2. Mengganti Puasa Ramadan Dengan Melakukan Puasa Sunnah
Dalam kondisi tertentu, qadha puasa dapat dikerjakan beriringan dengan puasa sunnah. Sebagian ulama membolehkan penggabungan niat, di mana puasa fardhu tetap sah sebagai qadha meskipun dilakukan pada hari yang sama dengan puasa sunnah.
Baca juga: Memahami Hukum Puasa Sunnah dan Keutamaannya Dalam Islam
Batas Waktu Ganti Puasa Ramadan
Jumlah hari ganti puasa Ramadan harus sama dengan jumlah hari yang ditinggalkan. Kewajiban ini harus ditunaikan di luar bulan Ramadan, yaitu pada hari-hari setelahnya hingga sebelum datangnya Ramadan berikutnya.
Pastikan waktu- waktu yang dipilih juga tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang diharamkan berpuasa, seperti:
- Hari Raya Idulfitri (1 Syawal)
- Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah)
- Hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah)
Selain hari-hari tersebut, umat Muslim diperbolehkan mengganti puasa (qadha) sesuai kemampuan, baik dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah.
Bagaimana Jika Hutang Puasa Terlewat Hingga Ramadan Berikutnya?
Dilansir dari website Majelis Ulama Indonesia (2026), menurut mazhab Syafi’i, jika qadha puasa terlewat hingga Ramadan berikutnya, maka seseorang tetap wajib mengganti puasa yang ditinggalkan.
Jika keterlambatan terjadi tanpa uzur, ia juga wajib membayar fidyah. Namun, jika keterlambatan disebabkan oleh uzur yang berlanjut, maka tidak berdosa dan tidak wajib membayar fidyah.
Mengganti puasa Ramadan merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sesuai ketentuan syariat. Setiap Muslim dianjurkan untuk segera melaksanakan qadha puasa atau kewajiban lain yang menyertainya agar tidak menumpuk dan terlambat hingga Ramadan berikutnya.
Ingin memperluas wawasan Anda terkait topik-topik Islami lainnya? Kunjungi Sharia Knowledge Center dan temukan berbagai insight menarik seputar ekonomi serta keuangan syariah dan tingkatkan pengetahuan Anda.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa niat ganti puasa Ramadan?
Niat qadha puasa Ramadan dilakukan pada malam hari sebelum subuh untuk mengganti puasa wajib yang ditinggalkan.
Kapan batas waktu ganti puasa Ramadan?
Apakah qadha puasa harus dilakukan berturut-turut?
Siapa yang wajib membayar fidyah?
Fidyah wajib bagi orang yang tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti lansia atau penderita sakit menahun.
Apa yang terjadi jika hutang puasa belum diganti sampai Ramadan berikutnya?