Daftar Isi :
Saat dilanda cemas dan kegelisahan, zikir bisa jadi salah satu solusi efektif untuk menenangkan hati dan pikiran. Dengan mengingat Allah, hati menjadi lebih tenteram, emosi lebih terkontrol, dan diri terasa lebih dekat dengan ketenangan batin.
Dalam surat Al-Ahzab ayat 41-42, Allah Swt telah memerintahkan manusia untuk berzikir “Hai orang-orang yang beriman, berZikirlah (dengan menyebut Nama) Allah Zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”.
Selain sebagai bentuk ketakwaan, amalan ini juga merupakan "benteng" spiritual yang diajarkan Rasulullah saw. untuk melindungi seorang hamba dari berbagai keburukan serta menghadirkan ketenangan jiwa.
Simak beberapa bacaan zikir pagi petang serta berbagai manfaatnya berikut ini!
Perintah Berzikir
Zikir merupakan aktivitas mengingat Allah, baik dalam hati, lisan, maupun perbuatan. Perintah untuk berzikir telah dijelaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya terdapat dalam Surah Al-Ahzab ayat 42, yang berbunyi:
“Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”
(QS. Al-Ahzab: 42)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Swt. memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa mengingat dan menyucikan-Nya, terutama pada waktu pagi dan petang.
Bacaan Zikir Pagi dan Petang
1. Ayat Kursi (1x)
Keutamaan: Siapa yang membacanya di pagi hari akan dilindungi dari gangguan jin hingga petang, dan sebaliknya.
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhu sinatuw walaa nauum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum. Walaa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.
Terjemahan: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
2. Al-Ikhlas, Al-Falaq, & An-Naas (Masing-masing 3x)
Keutamaan: Melindungi dari segala keburukan jika dibaca 3x pada pagi dan petang.
- Al-Ikhlas: Qul huwallahu ahad. Allahush shamad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahu kufuwan ahad.
- Al-Falaq: Qul a’udzu bi rabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqad. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.
- An-Naas: Qul a’udzu bi rabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wan naas.
3. Membaca Sayyidul Istighfar
Sayyidul istighfar adalah salah satu doa istighfar yang paling utama. Lafalnya:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā shana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī faghfir lī fa innahu lā yaghfirudz dzunūba illā anta.
Terjemahan: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”
4. Membaca Doa Perlindungan Pagi dan Petang
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘asmihī syai’un fil-arḍi wa lā fis-samā’i wa huwas-samī ‘ul- ‘alīm.
Terjemahan: “Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
5. Membaca Doa Memohon Kebaikan
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Yā Ḥayyu yā Qayyūm, biraḥmatika astaghīts, aṣliḥ lī sya’nī kullah, wa lā takilnī ilā nafsī ṭarfata ‘ain.
Terjemahan: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri (Mengurus segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku, dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.”
Manfaat Membaca Zikir Pagi dan Petang
Melakukan zikir pagi dan petang secara rutin dapat memberikan berbagai manfaat bagi jiwa dan raga, berikut di antaranya:
1. Dijauhkan dari Mara bahaya
Rasulullah saw. bersabda:
Barangsiapa yang membaca, ‘Bismillahilladzi laa yadurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas sami’ul ‘alim’ tiga kali setiap pagi dan sore, maka tidak akan ada sesuatu yang membahayakannya.” (HR Abu Dawud)
2. Dijauhkan dari Godaan Setan
Membaca zikir pagi dan petang yang diajarkan, seperti Ayat Kursi dan tiga surat terakhir (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), bisa jadi bentuk perlindungan maksimal. Sebagaimana dalam sebuah hadis: “Barangsiapa membacanya pada malam hari, maka ia akan senantiasa berada dalam perlindungan Allah dan tidak akan didekati setan hingga pagi.” (HR Al-Bukhari, dalam kisah Abu Hurairah dengan setan).
3. Menumbuhkan Ketenangan Hati dan Pikiran
Zikir pagi dan petang membantu seorang Muslim memulai dan menutup harinya dengan mengingat Allah Swt.. Hal ini membuat hati lebih tenang, tidak mudah cemas, dan lebih kuat menghadapi aktivitas sehari-hari. Sebagaimana firman Allah:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
4. Meningkatkan Keimanan dan Kedekatan dengan Allah
Zikir yang dilakukan secara rutin akan menjaga hati agar tetap hidup dan tidak lalai. Dengan begitu, seorang hamba akan lebih mudah bersyukur, sabar, dan merasa selalu diawasi oleh Allah dalam setiap keadaan.
Zikir merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena menjadi cara seorang hamba untuk selalu mengingat Allah Swt. dalam setiap keadaan. Dalam praktiknya, zikir pagi dan petang mencakup berbagai doa dan zikir yang diajarkan dalam sunnah. Di dalamnya terdapat banyak bacaan seperti istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, serta doa-doa perlindungan dan bacaan Al-Qur’an yang dianjurkan untuk diamalkan secara rutin.
Tertarik dengan informasi seputar topik-topik Islami lainnya? kunjungi Sharia Knowledge Center dan dapatkan berbagai wawasan menarik seputar keuangan dan gaya hidup Islami.
FAQ (Frequently Asked Questions) tentang Zikir Pagi Petang
1. Apa itu zikir pagi petang?
Zikir pagi petang adalah kumpulan doa dan bacaan yang dianjurkan dibaca pada waktu pagi dan sore untuk mengingat Allah serta memohon perlindungan-Nya.
2. Kapan waktu membaca zikir pagi dan petang?
Zikir pagi dibaca setelah Subuh hingga sebelum matahari terbit, sedangkan zikir petang dibaca setelah Asar hingga menjelang malam.
3. Apa manfaat zikir pagi petang?
Manfaatnya antara lain menenangkan hati, menjaga diri dari keburukan, serta membantu seorang Muslim lebih dekat kepada Allah.
4. Bacaan apa saja yang termasuk zikir pagi petang?
Beberapa bacaan yang umum diamalkan antara lain Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, Sayyidul Istighfar, dan doa perlindungan.
5. Apakah zikir pagi petang harus dibaca lengkap?
Idealnya dibaca lengkap sesuai sunnah, tetapi bisa dimulai dari bacaan yang paling mudah lalu dilakukan secara rutin.