- Puasa Tasua dilakukan pada 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura pada 10 Muharram.
- Keduanya merupakan puasa sunah yang dianjurkan di bulan Muharram. Keutamaan utama puasa Asyura adalah menghapus dosa-dosa kecil setahun sebelumnya.
- Niat puasa sebaiknya dilakukan sebelum fajar, tetapi untuk puasa sunah masih boleh di pagi hari jika belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
- Puasa Tasua dianjurkan sebagai pelengkap Asyura dan bentuk mengikuti sunah Rasulullah saw.
Daftar Isi :
Puasa Asyura dan Tasua adalah amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam pada bulan Muharram. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram menjadi satu dari empat bulan yang dimuliakan, sehingga memiliki keutamaan besar.
Bulan Muharram menjadi momentum yang tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah. Salah satunya adalah dengan menjalankan puasa Tasua dan Asyura pada 9 serta 10 Muharram.
Memahami niat, jadwal, dan keutamaan puasa Tasua dan Asyura menjadi penting agar ibadah yang dijalankan tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi juga berlandaskan pemahaman yang benar sesuai tuntunan syariat. Dengan pemahaman yang utuh, setiap amalan yang dilakukan di bulan Muharram diharapkan mampu menghadirkan nilai ibadah yang lebih bermakna.
Makna Puasa Tasua dan Asyura
Dilansir dari situs resmi BAZNAS, puasa Tasua dan Asyura berkaitan erat dengan peristiwa penyelamatan Nabi Musa a.s. dan kaumnya dari kejaran Firaun. Tanggal 10 Muharram dipercaya sebagai waktu di mana Allah Swt. membelah Laut Merah demi menyelamatkan rombongan Nabi Musa , sehingga Firaun dan pasukannya tenggelam.
Sebagai ungkapan syukur, Nabi Musa a.s. menjalankan puasa. Rasulullah saw. kemudian melanjutkan tradisi tersebut saat tiba di Madinah dan mendapati kaum Yahudi berpuasa untuk memperingati peristiwa tersebut.
Pada awalnya, umat Islam sempat diwajibkan berpuasa Asyura. Namun, setelah turunnya wahyu tentang kewajiban puasa Ramadan (QS. Al-Baqarah: 183), puasa Tasua Asyura berubah status menjadi sunah.
Selain dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan nabi terdahulu, puasa Asyura memiliki kedudukan yang sangat istimewa sebab dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu. Sementara itu, puasa Tasua menjadi pelengkap ibadah dan amalan tambahan untuk membedakan diri dari kaum Yahudi.
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيَامٍ يَوْمٍ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةً. (رواه مسلم)
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: 'Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR Muslim)
Baca juga: Amil Zakat: Pengertian, Tugas, dan Syaratnya dalam Islam
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura
Penentuan waktu pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura didasarkan pada kalender Hijriah. Oleh karena itu, tanggal 9 dan 10 Muharram tidak selalu bertepatan dengan tanggal yang sama dalam kalender Masehi setiap tahunnya.
Menurut perkiraan kalender Hijriah 1448 H, tanggal 9 Muharram jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026, sementara 10 Muharram berlangsung Jumat, 26 Juni 2026. Dengan demikian, jadwal pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura tahun ini adalah sebagai berikut.
- Puasa Tasua: Kamis, 25 Juni 2026 (9 Muharram 1448 H)
- Puasa Asyura: Jumat, 26 Juni 2026 (10 Muharram 1448 H)
Memahami jadwal ini dengan tepat akan membantu umat Islam mengoptimalkan ibadah di bulan Muharram, khususnya dalam upaya meraih keutamaan puasa Tasua dan Asyura sesuai tuntunan syariat.
Niat Puasa Tasua dan Asyura
Dalam setiap ibadah, termasuk puasa sunah seperti Tasua dan Asyura, niat merupakan hal penting yang menentukan sah atau tidaknya ibadah. Niat adalah keinginan dari dalam hati untuk melaksanakan ibadah puasa karena Allah Swt.
Mengutip situs BAZNAS, waktu terbaik untuk melafalkan niat puasa Tasua dan Asyura adalah pada malam hari sebelum terbit fajar, sebagaimana dilakukan dalam puasa sunah lainnya. Walau begitu, terdapat keringanan untuk puasa Tasua dan Asyura, yakni umat Islam masih diperbolehkan berniat pada pagi hari, sepanjang belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut lafal niat puasa Tasua dan Asyura bagi umat Islam. Niat ini tidak harus dilafalkan secara lisan, tetapi dapat dibaca dalam hati.
1. Lafal Niat Puasa Tasua
Berikut adalah lafal niat puasa Tasua yang dapat dibaca:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ يَوْمِ تَسُوْعَاءٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat berpuasa sunah hari Tasua esok hari karena Allah Ta‘ala.”
2. Lafal Niat Puasa Asyura
Sementara itu, lafal niat puasa Asyura adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ يَوْمِ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat berpuasa sunah hari Asyura esok hari karena Allah Ta'ala.”
Tata Cara Pelaksanaan Puasa Tasua dan Asyura
Secara umum, puasa sunah—termasuk Tasua dan Asyura—dilakukan dengan melafalkan niat; menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa; dan menyegerakan berbuka setelah matahari terbenam. Adapun hal-hal yang dapat membatalkan puasa meliputi:
- Makan dan minum dengan sengaja
- Muntah dengan sengaja
- Haid atau nifas bagi perempuan
Di luar itu, umat Islam juga dianjurkan melakukan amalan-amalan berikut saat berpuasa.
- Memperbanyak doa
- Membaca Al-Qur’an
- Bersedekah
- Memperbanyak zikir
- Menjaga lisan dan perilaku
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura
Puasa Tasua dan Asyura termasuk amalan sunah yang memiliki keutamaan besar di mata Allah Swt. Keduanya tidak hanya mengandung nilai ibadah, tetapi juga sarat dengan makna spiritual, historis, dan keteladanan Rasulullah saw.
1. Penghapusan Dosa Setahun Sebelumnya
Salah satu keutamaan terbesar dari puasa sunah di bulan Muharram adalah menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya. Rasulullah saw. bersabda bahwa puasa pada hari Asyura dapat menjadi sebab diampuninya dosa setahun sebelumnya.
2. Pahala Mengikuti Sunnah Rasulullah saw.
Melaksanakan puasa Tasua dan Asyura juga merupakan bentuk nyata dalam menghidupkan sunah Rasulullah saw. Beliau tidak hanya melaksanakan puasa Asyura, tetapi juga menganjurkan umatnya untuk menambah puasa pada hari sebelumnya (Tasua) untuk membedakan diri dari praktik kaum Yahudi. Dengan mengikuti anjuran ini, seorang Islam akan mendapatkan pahala karena meneladani Rasulullah saw. dalam beribadah.
3. Bentuk Syukur kepada Allah Swt.
Puasa Asyura berkaitan erat dengan peristiwa diselamatkannya Nabi Musa as. dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Oleh karena itu, puasa ini juga menjadi bentuk syukur kepada Allah Swt. atas pertolongan-Nya.
4. Pahala Berlipat Ganda
Bulan Muharram merupakan satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam (asyhurul hurum). Di bulan ini, pahala kebaikan dilipatgandakan, termasuk amalan puasa sunah. Bahkan, Rasulullah saw. menyebutkan bahwa puasa terbaik setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.
5. Menguatkan Spirit Ibadah di Awal Tahun Hijriah
Selain keutamaan yang bersifat khusus, puasa Tasua dan Asyura juga menandai awal yang baik dalam memulai tahun Hijriah. Dengan berpuasa di awal Muharram, seorang Islam dapat membangun semangat ibadah, memperbaiki diri, serta meningkatkan ketakwaan sepanjang tahun.
Puasa Tasua dan Asyura merupakan ibadah sunah yang memiliki keutamaan besar, baik dari sisi pahala maupun makna spiritualnya. Dengan memahami pengertian, jadwal, niat, tata cara, dan keutamaannya, umat Islam dapat menjalankannya secara optimal sebagai bentuk syukur, keteladanan, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt. di bulan yang mulia
Tertarik membaca topik-topik Islami lainnya? Kunjungi Sharia Knowledge Centre (SKC) by Prudential Syariah untuk menemukan berbagai informasi Islami menarik seputar keuangan, kesehatan, dan gaya hidup yang dapat memperluas wawasan Anda.
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Apakah boleh hanya menunaikan puasa Asyura saja tanpa Tasua?
Boleh. Puasa Asyura (10 Muharram) tetap memiliki keutamaan besar meskipun dilakukan sendiri. Namun, lebih utama jika disertai puasa Tasua (9 Muharram) untuk mengikuti sunah Rasulullah saw.
2. Kapan waktu terbaik untuk niat puasa Tasua dan Asyura?
Waktu terbaik adalah pada malam hari sebelum terbit fajar. Namun, untuk puasa sunah, diperbolehkan berniat di pagi hari, sepanjang belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
3. Apa keutamaan utama puasa Asyura?
Keutamaan utamanya adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu, sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah saw.
4. Apakah puasa Tasua wajib dilakukan?
Tidak. Puasa Tasua hukumnya sunah, tetapi sangat dianjurkan sebagai pelengkap puasa Asyura sekaligus untuk membedakan dari kebiasaan kaum Yahudi.
Sumber:
Hari Asyura. PA Samarinda. https://www.pa-samarinda.go.id/images/PDF/ARSIP-ARTIKEL/HARI_ASYURA.pdf
Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura: Amalan Sunnah Bernilai Tinggi. (2025). BAZNAS. https://baznas.go.id/artikel-show/Keutamaan-Puasa-Tasua-dan-Asyura:-Amalan-Sunnah-Bernilai-Tinggi/1603
Kapan Puasa Asyura 2026? Simak Jadwal dan Keutamaannya. (2026). Metro TV. https://www.metrotvnews.com/read/KvJCJRGG-kapan-puasa-asyura-2026-simak-jadwal-dan-keutamaannya
Hadits-hadits tentang Puasa Asyura, hingga Keutamannya. Detiksulsel. https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6845348/hadits-hadits-tentang-puasa-asyura-sejarah-hingga-keutamaanya
Niat Puasa Asyura: Panduan Lengkap Menyambut 10 Muharram Penuh Berkah. (2025). BAZNAS. https://baznas.go.id/artikel-show/Niat-Puasa-Asyura:-Panduan-Lengkap-Menyambut-10-Muharram-Penuh-Berkah/1590