- Doa menjadi bentuk kepasrahan umat Muslim kepada Tuhan-Nya saat menghadapi bencana, termasuk bencana Alam.
- Berdasarkan HR Tirmidzi, salah satu waktu yang dianjurkan untuk berdoa adalah di waktu azan dan iqamah.
- Sikap seorang Muslim saat menghadapi bencana dapat ditunjukan dengan berprasangka baik dan terus berikhtiar untuk bangkit
Daftar Isi :
Di tengah ketidakpastian hidup dan ancaman musibah yang bisa datang sewaktu-waktu, memohon perlindungan kepada Allah Swt. adalah cara terbaik untuk menjaga hati agar tetap tenang dan pasrah. Melalui doa, seorang hamba menyerahkan segala kekhawatiran sekaligus menguatkan ketakwaannya kepada Allah Swt.
Untuk memastikan diri tetap tenang di tengah berbagai tantangan hidup, berikut ini ada lima doa terhindar dari berbagai bencana yang bisa Anda panjatkan untuk menjaga hati agar tetap tenang.
Kumpulan Doa agar Terhindar dari Berbagai Bencana
Salah satu cara agar tetap kuat menghadapi bencana dan ketidakpastian hidup adalah dengan memperbanyak doa. Berikut beberapa doa yang bisa Anda panjatkan saat sedang menghadapi bencana:
1. Doa Memohon Perlindungan dari Bencana Alam
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ أَن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ المَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِراً وأَعُوذُ بِكَ أَن أَمُوتَ لَدِيغاً
Allaahumma innii a'uudzubika minal hadmi wa a'uudzubika minat taraddii wa a'uudzubika minal garaqi wal haraqi wal harami wa a'uudzubika an yatakhabbathaniisy syaithaanu 'indal maut wa 'auudzubika an amuuta fi sabiilika mudbiran wa a'uudzubika an amuuta ladiigan.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan (longsor), dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), terbakar, dan tak berdaya. Dan aku berlindung pada-Mu apabila setan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung pada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung pada-Mu apabila mati karena disengat." (HR Abu Daud)
2. Doa Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ
Allâhumma innâ nas-aluka salâmatan fid-dîn, wa 'âfiyatan fil-jasad, wa ziyâdatan fil-'ilm, wa barakatan fir-rizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan 'indal-maut, wa maghfiratan ba'dal-maut.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam urusan agama, kesehatan pada raga, bertambahnya ilmu, keberkahan dalam rezeki, taubat sebelum datangnya ajal, rahmat saat kematian, dan ampunan setelah kematian."
3. Doa Tolak Bala
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ، اَللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْاٰخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الْكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الْاٰخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَـــالَمِيْنَ
Allâhumma-ftaḫ lanâ abwâbal khair, wa abwâbal barakah, wa abwâban ni‘mah, wa abwâbar rizqi, wa abwâbal quwwah, wa abwâbas shiḫḫah, wa abwâbas salâmah, wa abwâbal ‘âfiyah, wa abwâbal jannah. Allâhumma ‘âfinâ min kulli balâ’id dunyâ wa ‘adzâbil âkhirah, washrif ‘annâ bi ḫaqqil Qur’ânil ‘azhîm wa nabiyyikal karîm syarrad dunyâ wa ‘adzâbal âkhirah. Ghafarallâhu lanâ wa lahum bi raḫmatika yâ arḫamar râḫimîn. Subḫâna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mâ yashifūn, wa salâmun ‘alal mursalîn, wal ḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya: "Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Zat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam."
4. Doa Memohon Perlindungan dari Nasib Buruk
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
Allahumma innii a-'uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a'daa-i
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha' (takdir), dan kegembiraan para musuh." (HR Bukhari dan Muslim).
5. Doa Saat Mendapat Pertanda Buruk
اَللّٰهُمَّ لَا يَأْتِيْ بِالْحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا يَذْهَبُ بِالسَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ
Allâhumma lâ ya’tî bil ḫasanâti illâ anta, wa lâ yadzhabu bis sayyi’âti illâ anta, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâh(i)
Artinya: "Ya Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Engkau. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.”
Waktu-waktu yang Dianjurkan untuk Berdoa
Berdoa merupakan bentuk penghambaan dan komunikasi langsung antara seorang hamba dengan Allah Swt. Meski doa bisa dipanjatkan kapan saja, terdapat beberapa waktu istimewa yang diyakini memiliki peluang besar untuk dikabulkan, berikut di antaranya:
- Sepertiga Malam Terakhir: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: 'Barangsiapa berdoa kepada-Ku akan Ku-kabulkan, barangsiapa meminta kepada-Ku akan Ku-berikan, dan barangsiapa meminta ampunan dari-Ku akan Ku-ampuni.” (HR Bukhari no. 1145 & Muslim no. 758).
- Antara Adzan dan Iqamah Rasulullah saw. bersabda: “Doa antara adzan dan iqamah tidak akan tertolak.” (HR Tirmidzi no. 212 & Abu Daud no. 521, disahihkan oleh Al-Albani).
- Saat Sujud dalam Salat: kondisi ini merupakan puncak terdekat hubungan spiritual antara seorang hamba dengan Allah Swt., di mana kepasrahan dan kerendahan hati berada pada titik tertinggi.
- Saat Hujan Turun: kondisi ini merupakan momen turunnya rahmat, keberkahan, dan kasih sayang Allah Swt. ke bumi, di mana pintu-pintu langit sedang dibuka sehingga menjadi waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa.
- Orang yang Berpuasa: Tiga golongan yang tidak ditolak doanya, pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi.
Sikap Seorang Muslim Ketika Menghadapi Bencana
Ketika musibah atau bencana menerpa, seorang muslim diajarkan untuk menyikapinya dengan ketenangan jiwa dan landasan iman yang kokoh. Berikut sikap-sikap yang perlu ditunjukkan oleh seorang Muslim saat menghadapi bencana:
1. Mengingat Allah Swt. (Istirja')
Langkah pertama yang dianjurkan saat tertimpa musibah adalah mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un”. Ucapan ini menjadi bentuk kesadaran penuh bahwa seluruh jiwa, harta benda, dan apa pun yang dimiliki di dunia ini adalah milik Allah dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.
2. Bersabar dan Bertawakal
Umat Muslim yang bijak akan berusaha menahan diri dari mengeluh secara berlebihan, meratapi nasib, atau menyalahkan takdir. Mereka akan menyikapi musibah yang datang dengan sabar dibarengi dengan sikap tawakal, yaitu menyerahkan segala keputusan akhir kepada Allah Swt. dan memahami bahwa selalu ada hikmah terbaik di balik setiap kejadian.
3. Berprasangka Baik (Husnuzan)
Seorang Muslim harus tetap menjaga prasangka baik kepada Allah Swt. Bencana yang terjadi hendaknya dipandang bukan sebagai bentuk kebencian Sang Pencipta, melainkan sebagai sarana penggugur dosa-dosa masa lalu, penambah pahala, bahkan pengangkat derajat keimanan.
4. Berikhtiar dan Bangkit
Sabar bukan berarti pasrah tanpa tindakan. Seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berikhtiar, seperti menyelamatkan diri, mencari tempat yang aman, mengobati luka, serta mengupayakan pemulihan kondisi fisik maupun ekonomi.
5. Bermuhasabah dan Membanyakkan Istighfar
Bencana menjadi momentum yang tepat untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah). Momen ini juga dapat dimanfaatkan untuk memohon ampunan atas segala kekhilafan, mendekatkan diri kembali kepada Allah, serta memperbanyak doa memohon perlindungan dan pertolongan.
6. Saling Tolong-Menolong (Ta'awun)
Bencana juga menjadi ajang untuk mempererat persaudaraan sesama manusia. Bagi yang terdampak maupun yang selamat, wujud kepedulian ditunjukkan dengan saling mengulurkan tangan (tolong-menolong), baik dalam bentuk bantuan tenaga, logistik, finansial, maupun dukungan emosional.
Bencana pada hakikatnya adalah cara Allah Swt. menyapa hamba-Nya untuk kembali mendekat. Apapun musibah yang sedang kita alami atau lihat di sekitar kita, mari kita jadikan sebagai pengingat untuk terus memperbanyak doa dan istighfar, menguatkan rasa kepedulian antarsesama, dan memohon perlindungan hanya kepada-Nya.
Ingin mempelajari topik keislaman lainnya? Kunjungi Sharia Knowledge Centre by Prudential Syariah. Temukan berbagai informasi Islami menarik seputar keuangan, kesehatan, dan gaya hidup untuk meningkatkan wawasan Anda.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Memperbanyak berdoa dan beristighfar kepada Allah Swt, sambil terus berikhtiar mengupayakan keselamatan diri, pemulihan kondisi, serta saling tolong-menolong antarsesama.
Dalam Al-Qur'an, istilah musibah disebutkan sebanyak 75 kali untuk menggambarkan peristiwa tidak menyenangkan yang bertentangan dengan kehendak manusia. Bencana dalam Islam sejatinya memiliki tiga pemaknaan. Pertama adalah bala', yaitu bentuk ujian yang bertujuan mengangkat derajat seorang hamba. Kedua, bencana dapat bermakna 'iqab atau hukuman, yang diberikan ketika manusia telah melampaui batas dan melanggar ketetapan-Nya. Ketiga, bencana berwujud azab atau pembinasaan, yaitu kehancuran total seperti yang pernah menimpa kaum terdahulu akibat menolak ajaran tauhid dan menentang para nabi.
Manusia wajib berikhtiar karena Islam mengajarkan bahwa usaha nyata merupakan bagian dari perintah Allah Swt. Perintah ini ditegaskan dalam Surat Ar-Ra'd ayat 11 :
"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
Sumber:
- Nu Online. Doa-Doa saat Gunung Meletus
- HR Abu Dawud · Kitab Witir · No. 1552
- HR Jami'At-Tirmidzi. Kitab Salat. No 212
- or.id. Waktu-waktu yang Mustajab untuk Berdoa Kepada Allah
- Nu Online. Kajian Hadits: Inilah 3 Golongan yang Tidak Ditolak Doanya
- Nu Online.Bencana dalam Pandangan Islam
- Nu Online. Kumpulan Doa Tolak Bala