-
Ikhtiar merupakan bentuk kesungguhan manusia dalam merealisasikan apa yang ia inginkan disertai dengan doa dan tawakal
-
Manusia perlu berikhtiar dan berdoa dengan sungguh-sungguh, karena itu merupakan perintah Allah Swt.
-
Bentuk ikhtiar dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat melalui aktivitas belajar, bekerja, dan berolahraga.
Daftar Isi
Dalam Islam, setiap umat Muslim diperintahkan untuk berikhtiar meskipun telah berdoa kepada Allah Swt. Ikhtiar menjadi bentuk usaha dan kesungguhan manusia dalam meraih tujuan, sedangkan doa merupakan bentuk permohonan dan ketergantungan seorang hamba kepada Allah Swt.
Dengan menggabungkan antara ikhtiar dan doa, seseorang dapat menjalani setiap proses dengan lebih optimis, sabar, dan tawakal, serta meyakini bahwa segala hasil yang diperoleh merupakan bagian dari ketetapan terbaik dari-Nya.
Berikut beberapa alasan mengapa kita sebagai manusia perlu berikhtiar dan berdoa dengan sungguh-sungguh.
Apa Itu Ikhtiar?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ikhtiar adalah alat atau syarat untuk mencapai suatu maksud. Secara sederhana, ikhtiar adalah segala bentuk usaha yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan atau memperoleh hasil yang diharapkan.
Janji Allah Swt. bagi orang yang berikhtiar terdapat dalam surat An-Najm ayat 39:
"Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya"
Ikhtiar tidak hanya sebatas bekerja keras atau melakukan usaha lahiriah. Seorang Muslim juga perlu menyertakan niat yang baik, berdoa, serta bertawakal kepada Allah Swt. setelah berusaha. Dengan demikian, ikhtiar menjadi wujud kesungguhan manusia dalam menjalankan perannya, sementara hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan Allah Swt.
Mengapa Kita Perlu Berikhtiar dan Berdoa dengan Sungguh-Sungguh?
Ikhtiar dan doa merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan seorang Muslim. Berikut beberapa alasan mengapa keduanya perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh:
- Menjalankan perintah Allah Swt.: Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha dalam setiap urusan sekaligus memohon pertolongan hanya kepada Allah Swt. melalui doa.
- Menunjukkan kesungguhan dalam mencapai tujuan: Ikhtiar mencerminkan usaha nyata yang dilakukan seseorang, sementara doa menunjukkan harapan dan ketergantungan manusia kepada Allah Swt.
- Menumbuhkan sikap tawakal: Setelah berusaha semaksimal mungkin dan berdoa, seorang Muslim dapat menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah Swt. dengan hati yang lebih tenang.
- Melatih kesabaran dan ketekunan: Tidak semua keinginan dapat tercapai dengan segera. Ikhtiar dan doa mengajarkan seseorang untuk tetap sabar serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.
- Mengingatkan bahwa segala hasil berasal dari Allah Swt: Keberhasilan bukan semata-mata karena kemampuan manusia, melainkan juga karena izin dan pertolongan dari Allah Swt.
- Membuka peluang mendapatkan hasil yang terbaik: Melalui usaha yang sungguh-sungguh dan doa yang tulus, seseorang berupaya meraih apa yang diinginkan sekaligus berharap mendapatkan kebaikan menurut kehendak Allah Swt.
Dalil tentang Ikhtiar dan Doa dalam Islam
Dalam Islam, ikhtiar dan doa merupakan dua hal yang saling melengkapi. Keduanya memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur'an dan hadis, sebagaimana dijelaskan dalam beberapa dalil berikut:
1. At-Taubah: 105
wa quli‘malû fa sayarallâhu ‘amalakum wa rasûluhû wal-mu'minûn, wa saturaddûna ilâ ‘âlimil-ghaibi wasy-syahâdati fa yunabbi'ukum bimâ kuntum ta‘malûn
"Katakanlah (Nabi Muhammad), Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”
Ayat ini menegaskan bahwa Islam mendorong umatnya untuk bekerja, berusaha, dan melakukan berbagai aktivitas yang bermanfaat. Setiap usaha yang dilakukan manusia akan diketahui dan dinilai oleh Allah Swt.
2. Ar-Ra'd: 11
lahû mu‘aqqibâtum mim baini yadaihi wa min khalfihî yaḫfadhûnahû min amrillâh, innallâha lâ yughayyiru mâ biqaumin ḫattâ yughayyirû mâ bi'anfusihim, wa idzâ arâdallâhu biqaumin sû'an fa lâ maradda lah, wa mâ lahum min dûnihî miw wâl
"Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
3. Ali-Imran: 159
fa bimâ raḫmatim minallâhi linta lahum, walau kunta fadhdhan ghalîdhal-qalbi lanfadldlû min ḫaulika fa‘fu ‘an-hum wastaghfir lahum wa syâwir-hum fil-amr, fa idzâ ‘azamta fa tawakkal ‘alallâh, innallâha yuḫibbul-mutawakkilîn
"Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”
Ayat ini mengajarkan bahwa setelah merencanakan dan melakukan usaha dengan sebaik-baiknya, seorang Muslim dianjurkan untuk bertawakal dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah Swt.
4. Al-Jumu'ah: 10
fa idzâ qudliyatish-shalâtu fantasyirû fil-ardli wabtaghû min fadllillâhi wadzkurullâha katsîral la‘allakum tufliḫûn
"Apabila salat (Jumat) telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.”
Melalui ayat ini, Allah Swt. mendorong umat Islam untuk senantiasa mencari rezeki dan karunia-Nya setelah menunaikan kewajiban beribadah. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah dan ikhtiar perlu berjalan beriringan.
5. Yusuf: 87
yâ baniyyadz-habû fa taḫassasû miy yûsufa wa akhîhi wa lâ tai'asû mir rauḫillâh, innahû lâ yai'asu mir rauḫillâhi illal-qaumul-kâfirûn
"Wahai anak-anakku, pergi dan carilah berita tentang Yusuf beserta saudaranya. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.”
Ayat ini mengajarkan pentingnya tetap berusaha dan tidak berputus asa meskipun menghadapi kesulitan. Selain berikhtiar mencari jalan keluar, seorang Muslim juga dianjurkan untuk terus berharap dan berdoa kepada Allah Swt. atas pertolongan-Nya.
Contoh Ikhtiar dalam Kehidupan Sehari-hari
Ikhtiar dapat diwujudkan dalam berbagai aspek dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh bentuk ikhtiar yang bisa kita lakukan:
- Belajar dengan rajin untuk meraih nilai tinggi: Seseorang yang ingin memperoleh nilai yang baik, perlu berusaha dengan belajar secara konsisten, mengerjakan tugas, dan mempersiapkan diri sebelum ujian.
- Bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencari rezeki: Ikhtiar dalam bidang pekerjaan dapat dilakukan dengan meningkatkan keterampilan, menjalankan tugas secara bertanggung jawab, dan terus mencari peluang yang halal.
- Menjaga tubuh tetap sehat: Bentuk ikhtiar ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, menjaga kebersihan, serta beristirahat yang cukup.
- Mencapai kondisi finansial yang stabil: Untuk mencapai finansial yang aman dan stabil, ikhtiar dapat dilakukan dengan menyusun anggaran, menabung, menyiapkan dana darurat, dan menghindari pengeluaran berlebihan merupakan bentuk ikhtiar untuk mencapai kondisi keuangan yang lebih stabil.
- Mempersiapkan masa depan: Ikhtiar juga dapat dilakukan dengan terus mengembangkan diri, menambah pengetahuan, serta merencanakan tujuan hidup agar lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa mendatang.
Setiap ikhtiar yang dilakukan hendaknya disertai dengan doa dan tawakal kepada Allah Swt. Dengan demikian, seorang Muslim tidak hanya berusaha semaksimal mungkin, tetapi juga menyadari bahwa segala hasil pada akhirnya berada dalam kehendak-Nya.
Tertarik membaca informasi seputar Islami lainnya? Yuk, cek berbagai artikel menarik dari Sharia Knowledge Centre dan tingkatkan wawasan Anda.
FAQ
Secara umum, berusaha dan berikhtiar memiliki makna yang serupa, yaitu melakukan upaya untuk mencapai suatu tujuan. Namun, dalam konteks Islam, ikhtiar tidak hanya mencakup usaha secara fisik atau materi, tetapi juga dilakukan dengan niat yang baik, sesuai syariat, serta disertai doa dan tawakal kepada Allah Swt.
Islam mengajarkan bahwa doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan. Doa merupakan bentuk permohonan kepada Allah Swt., sedangkan ikhtiar adalah wujud kesungguhan manusia dalam mencapai tujuan. Dengan berikhtiar, seseorang menunjukkan bahwa ia telah melakukan usaha terbaik sebelum menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt.
Ikhtiar yang benar menurut Islam adalah usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, melalui cara yang halal, tidak merugikan orang lain, serta disertai doa dan tawakal kepada Allah Swt. Setelah berusaha semaksimal mungkin, seorang Muslim dianjurkan untuk menerima hasilnya dengan lapang dada dan terus berprasangka baik kepada Allah Swt.